Usai Dihantam Balok, Warga Kolut Diseret dan Diparangi

Tribratanewspolreskolut.com – Sebuah peristiwa pengeroyokan dialamai Siswanto warga Dusun III Desa Tadaumerah Kecamatan Ngapa pukul 17.00 wita (4/9). Ia dianiyaya oleh dua orang sedusunnya yakni Sutikno dan Juprianto menggunakan balok dan senjata tajam (sajam) jenis parang.

Kapolsek Ngapa, Ipda Adianto menjelaskan, korban yakni Siswanto mengaku tiba-tiba keduanya menghampiri dirinya di rumahnya dan melayangkan parang ke arah korban layaknya film laga. Ironisnya, pelaku yang bernama Sutikno merupakan kakak kandung korban sendiri. “Tidak kena,” kata kapolsek.

Karena ayunan parang meleset, kedua pelaku mengambil batangan balok dan menghantam Siswanto bertubi-tubi hingga roboh. Karena sudah tidak berdaya, korban kemudian diseret pelaku dengan keadaan kedua tangan dan kaki terikat. “Diseretlah korban dari rumah sampai ke jalan lalu disikat (menganiyaya) lagi,” ujarnya.

Di situ korban semakin tidak berdaya lalu ditinggalkan begitu saja dengan cara kabur meninggalkan luka. Siswanto mengalami luka robek dan memar di kepala, memar di lengan tangan kiri dan paha kiri serta punggung dan pinggang sebelah kiri.

Warga yang mengetahui hal itu melapor ke polsek pukul 08.00 wita (5/10) hingga aparat terjun ke lokasi menjumpai korban sudah dibaringkan di kasur kamar rumahnya. Aparat bergerak cepat dan berhasil meringkus saudaranya yakni Sutikno. Sedangkan Juprianto berhasil kabur dan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Kedua pelaku terancam pasal 170 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

“Barang bukti berupa balok dan parang kami sudah amankan. Korban sementara ditangani medis. Belum diketahui pasti apa pokok persoalannya,” pungkasnya.

Related Posts