Dokter BLUD Djafar Harun Dilaporkan ke Polisi

Tribratanewspolreskolut.com – Kasus pengeroyokan seorang dokter (dr) yang bertugas di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Djafar Harum Kolaka Utara (Kolut) oleh keluarga pasien pekan lalu berbuntut panjang. Usai korban pengeroyokan yang berinisial dr GS (35) mengadukan pelaku pengeroyokan dirinya ke polisi, kali ini ia dilaporkan balik dengan tudingan penginaan.

Sebelumnya, dr GS dikeroyok salah satu keluarga pasien di RS tempatnya bertugas karena dinilai mengumbar pernyataan tidak senonoh dan kasar ke pasien yang akan ditanganinya. Maka dari itu ia dihajar rame-rame yang salah satunya berinisial F yang mengakibatkan sejumlah luka lebam dan lecet di beberapa bagian tubuhnya.

Salah satu keluarga pasien yang juga merupakan perawat setempat inisial NB (35) warga Kelurahan Lasusua juga keberatan dengan melaporkan balik GS yang dipandang menjadi sumber masalahnya sendiri. Dihadapan aparat penyidik, GS dikeroyok akibat lisannya yang dipandang tidak terdidik dengan melontarkan kata-kata bodoh, tidak berpendidikan dan jenis-jenis nama binatang kepada dirinya (NB). “Yang mau dioperasi ini orang tua saya,” ucap NB.

Kasat Reskrim Polres Kolut, AKP Muhammad Salman saat di konfirmasi oleh Tribratanewspolreskolut.com menjelaskan jika NB menceritakan kronologis awalnya disaat orang tuanya hendak dioperasi dengan diagnosa penyakit tumor lantas menelpon dr. GS. dr GS bermaksud memperjelas kepada NB akan identitas, jenis kelamin dan semacamnya namun menggunakan istilah-istilah yang dipandang tidak pantas dengan mengait-ngaitkan dengan nama-nama binatang. “Namun pada waktu itu pelapor tidak menjawab atau merespon perkataan dr GS,” ujar Salman.

Namun, respon tersebut rupanya berkepanjangan, sekitar jam 21.45 wita dimana NB bersama dua rekannya bertemu dr GS di depan ruangan VIP Mawar I. dr GS lansung melayangkan telunjuknya menuduh rekan NB melaporkan pembicaraannya via telpon yang dipandang kasar itu. Sontak NB menyahut jika dirinya yang mengadu karena dipandang tidak pantas.

Saat itu dr GS kembali mengata-ngatai NB hingga keduanya bersitegang dan berdebat di tempat itu. Karena emosi dr GS memuncak, NB mengaku seketika didorong oleh dr GS hingga langsung dilerai saudara NB yang ada di tempat. “Usai kejadian itu NB langsung melaporkan dr GS sebagai tindak penghinaan.

Aduan NB diterima dengan LP / 136 / XI / 2017 / Sultra / Res Kolut guna dilakukan pengusutan. Pihak kepolisian saat ini basih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan para saksi yang mengetahui hal tersebut.

 

Related Posts