Korban Mengaku Diserempet Pria Berboncengan, Lalu Dijambret

Tribratanewspolreskolut.com – Kasus dugaan penjambretan yang dialami Surianti alias Anti warga Desa Olo-oloho Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Senin ( 27/11) yang ditemukan terkapar di Jalan By Pass Desa Lanipa-nipa Kolut terus didalami aparat. Mewakili korban, Mulyadi (29) warga Kelurahan Lasusua resmi melaporkan kasus yang menimpa Anti tersebut ke Polres Kolut pukul 11.00 wita agar segera menangkap pelaku.

Kasat Reskrim Polres Kolut, AKP Muhammad Salman,SH,SIK Selasa (28/11) menjelaskan laporan Mulyadi berdasarkan LP /  144  / XI / 2017 / SULTRA / SPKT Res. Kolut. Korban yang sedang melaju ke Lasusua itu dengan membawa uang iyuran penagihan air PDAM lebih dari Rp. 100 an juta itu dilaporkan benar adanya jika wanita yang berprofesi kasir di perusahaan itu dijambret.

Sebagaimana penuturan korban yang disampaikan Mulyadi ke penyidik Polres Kolut, korban saat itu berkendara seorang diri menuju Lasusua diperkirakan pukul 09.00 wita. Seketika ada dua orang yang berboncengan berkendara mendekatinya disaat kendaraannya sedang melaju. “Ia diserempet lalu terkapar dan korban tidak sadarkan diri,” ujarnya.

Uang setoran iyuran air PDAM itu sebesar Rp. 187 juta yang terbagi pada dua tempat penyimpanan dimana Rp. 83 juta ditaruh dalam tas dan sisanya di jok motor yang korban tunggangi. Namun, saat korban tidak sadarkan diri, uang dalam tasnya senilai Rp. 83 juta itu disebutkan digasak habis tanpa tersisa oleh pelaku. “Laporannya telah kami terima dan kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya korban ditemukan terkapar di By Pass ditemukan pengendara yang melintas dalam keadaan tidak sadar. Ia kemudian dibawa ke BLUD Djafar Harun agar ditangani medis. Sementara itu kendaraan korban diamankan di Mapolres Kolut.

Related Posts