Usai Mabuk, Remaja Kolut Merusak dan Hajar Warga

Tribratanewspolreskolut.com – Muh. Zulkifli (26) dan Ra ndi Sampara (24) warga Desa Beringin Kecamatan Ngapa mengalami luka robek di kening dan kepala saat mendatangi Polsek Ngapa untuk melapor, Sabtu (14/1). Ia baru saja mendapatkan penganiyayaan ketika sedang duduk-duduk di salah satu konter wilayah setempat oleh pria mabuk dari Kelurahan Lapai.

Kapolsek Ngapa, Ipda Adianto, SH menjelaskan kronologi kejadian bermula disaat Muh. Zulkifli bersama rekannya, Randi Sampara sedang duduk-duduk di sebuah konter selular. Datanglah Pian yang merupakan pelaku bersama seorang rekannya yakni Anca langsung melempar spanduk di hadapan korban.

Spanduk konter yang dilemparkan Pian disusul sebuah batu yang mendarat di kepala Zulkifli bagian kiri yang mengakibatkan luka robek. Tidak hanya Pian, rekannya juga ambil bagian dalam kekerasan itu. Ia menghajar Randi Sampara dengan batu digenggamannya yang mengakibatkan robek di kening. “Habis memukul lari,” ujarnya.

Usai dianiyaya, Muh. Zulkifli didampingi Randi Sampara mendatangi Polsek pukul 07.30 wita melaporkan diri berupa tindak pidana penganiayaan dengan Nomor LP/02/I/2018/Sultra/Res Kolut/Sek Ngapa. Usai menerima aduan, petugas seketika melakukan pencarian yang telah kabur usai memukul.

Pelaku diketahui usai miras di salah satu kebun di Desa Tondongmerah lalu masuk kota kecamatan. Ia melakukan pengrusakan sejumlah papan nama toko Mario dan Bahana sebelum bertemu Zulkifli di konter. “Persoalan mabuk saja lalu merusak dan menganiyaya. Pian ini sudah sering berulah tetapi sebelumnya masih dibawa umur dan sekarang kasusnya dilanjutkan karena sudah dewasa,” ujarnya.

Pian berhasil ditemukan dan dibekuk di Desa Tanggeawo Kecamatan Tiwu pukul 18.30 wita. Sementara rekan pian belum ditahan karena Randi tidak membuat laporan dan hanya sebagai saksi atas pemukulan terhadap Zulkifli. Atas kejadian tersebut, Pian terancam Pasal 351 Ayat 1 dengan ancaman penjara 2 Tahun 8 Bulan.

Related Posts