Puluhan Personil Polres Kolut dan Polsek Jajaran, Amankan Aksi Unjuk Rasa Warga Lawaki Jaya

    Tribratanewspolreskolut.com – Kawasan Hutan Lindung di Kecamatan Tolala diam-diam digarap oleh sejumlah oknum yang datang dari Malangke Kabupaten Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka merambah hutan setempat secara ilegal hingga warga Lawaki Jaya melakukan unjuk rasa pukul 09.00 wita, Minggu (28/1).

Warga Lawaki Jaya yang turun ke jalan kurang lebih 100 orang. Mereka mendatangi lokasi lahan yang dirambah yang diperkirakan sudah mencapai 200 hektar. Aparat pun diterjunkan guna menghindari bentrok antara kedua pihak.

Kapolsek Tolala, Ipda Rahman kepada Tribratanewspolreskolut.com menjelaskan jika keberadaan warga Palopo tersebut membuka lahan diantar oleh pria yang bernama Rusli yang mengaku wartawan. Lahan yang dirambah tersebut diakui miliknya hingga pekerja dipersilahkan mengelolahnya. “Seumpama digarap dua hektar, satu hektar untuk Rusli. Saya sudah pernah ketemu satu kali ini namanya Rusli dan agak besar (gemuk) . Jadi dia mengaku yang punya lahan itu,” ujar Kapolsek.

Aksi dugaan penipuan oleh Rusli tersebut hingga akhirnya warga Palopo tersebut berbondong-bondong merambah hutan untuk ditanami. Aksi mereka dikemukakan tidak pernah meminta izin ke Kades Lawaki Jaya meskipun telah dua kali dilakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan.

Diduga Rusli memperdayai para pembuka lahan tersebut dengan ancang-ancang jika siasatnya berjalan lancar akan mudah mendapatkan lahan gratis berikut tanamannya tanpa usaha. Di lapangan, terdapat beberapa titik tumpukan kayu usai diolah dan dipasangi garis polisi.

Sementara itu berdasarkan pertemuan antara kedua belah pihak yang dimediatori aparat. Warga pembuka lahan tersebut menyadari telah ditipu oleh oknum yang mengatasnamakan wartawan tersebut dan bersedia pulang kampung. Mereka diberi tenggak waktu meninggalkan Lawaki Jaya hingga pagi ini mengungat masih menunggu kendaraan.

Sementara itu Rusli harus diusut karena melakukan penipuan dengan memobilisasi warga membuka lahan HL tersebut dengan mengatasnamakan sebagai pemilik.

Related Posts