Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Disiplin Sejak Dini

Tribratanewspolreskolut.com – Polsek Kodeoha Jajaran Polres Kolaka Utara terus berupaya meyebarkan virus kedisiplinan kepada semua warga. Tak terkecuali kepada anak-anak di tingkatan TK dan PAUD. Justru kepada anak-anak itu, penanaman disiplin dilakukan sejak dini.Senin 05 Februari 2018.

Secara bergiliran, Polsek Kodeoha yang di nakodai oleh IPDA HAERUDDIN, SH, mengundang siswa TK untuk diajak bermain dengan materi mengenal rambu-rambu lalu lintas, berkenalan dengan polisi, dan juga berkunjung ke markas Polsek Kodeoha.

‘’Cara ini sekadar untuk menumbuhkan pengertian kepada mereka sejak dini, bahwa polisi bukan figur menakutkan, mereka bisa datang ke kantor polisi kapan saja mau, dan mengenal rambu-rambu lalu lintas,’’ kata IPDA HAERUDDIN, SH.

Seperti ketika Polsek Kodeoha kedatangan tamu siswa TK AZ-ZAHRA Desa Meeto,Kecamatan Kodeoha kabupaten Kolaka Utara anak-anak kecil itu diajak keliling Polsek Kodeoha oleh salah satu Bhabinkamtibmas, bertemu dengan beberapa personel, dikenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas dan lainnya, tidak hanya perkenalan kepada para personil Polsek Kodeoha,mereka pun di ajak naik mobikl Patroli, dan di bonceng naik Motor Bhabinkamtibmas keliling Polsek Kodeoha.

Kapolsek Kodeoha IPDA HAERUDDIN, SH mengatakan, dengan penyuluhan sejak dini, ketika mereka masih kecil, maka ingatan mereka tentang bagaimana sosok polisi, bagaimana rambu di jalan, fungsinya apa, semua akan terpatri lama.

‘’Ibarat syair nyanyian yang biasa kita kenalkan pada anak, belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar seteah dewasa bagai mengukir di atas air. Ini pedoman kita,’’ kata dia.

Walhasil ketika sejak dini anak-anak sudah dikenalkan rambu lalu lintas di jalan, harapannya ketika dibonceng orang tuanya, atau bepergian bersama keluarga, tiba-tiba ayahnya atau sopir melanggar aturan, dia bisa langsung menegur, loh, Yah, lampu merah kok terus. Itu misalnya,’’ kata dia.

Tentang sosok polisi, misalnya dikenalkan sosok polisi sahabat anak, polisi tidak menakutkan sebagaimana biasa dikenalkan kepada anak-anak kecil zaman dulu.

‘’Zaman kita dulu, kalau nakal akan dipanggilkan polisi. Nah, hal seperti itu membuat citra polisi tidak baik di mata anak-anak. Itu yang kita balik dan dikenalkan kepada anak-anak bahwa polisi itu baik, bisa menjadi sahabat anak kecil sampai dewasa, dan lainnya. Tak perlu takut bertemu polisi,’’ kata dia.

Yang jelas, semua bentuk penyadaran untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, karena kebiasaan melanggar aturan, terus dikenalkan sejak dini. Dari kecil anak-anak sudah harus kenal aturan lalu lintas, sehingga sampai dewasa harapannya terpatri bahwa melanggar lalu lintas tidak baik.

Related Posts