Kebakaran Hutan di Kolaka Utara Akibat Perambahan

        Tribratanewspolreskolut.com – Hutan Lindung (HL) di Desa Totallang Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) yang dirambah menjadi perkebunan kembali terbakar. Angin kencang menjadi pemicu cepatnya api meluas melalap lahan hingga mengancam habitat dan pemukiman warga setempat.

Wakapolres Kolut, Kompol Robert Silas Boroh,S.Sos, Rabu (7/2) mengutarakan kebakaran tersebut berlangsung di kawasan HL di sekitar wilayah Potoa. Kejadiannya telah berlangsung dari kemarin dan nyaris tidak bisa dilumpuhkan karena sulitnya akses. “Personil Polres Kolaka Utara dan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kolut sudah kelokasi kebakaran tersebut dan sulit ditembus karena akses sulit bagi kendaraan masuk lokasi. Situasi saat ini bahaya karena angin kencang dalam beberapa waktu kedepan,” ujarnya.

Kawasan tersebut tahun sebelumnya sudah pernah terbakar yang berlangsung kurang lebih sepekan baru bisa dikendalikan. Alhasil, asap kiriman wilayah tersebut merambah hingga kabupaten tetangga. Meski demikian, aksi perambahan masih terus berlangsung saat ini hingga fungsi hutan di sana nyaris hilang.

Wakapolres Kolut, Kompol Robert Silas Boroh,S.Sos pukul 13.00 wita terjun ke lokasi kebakaran karena khawatir api terus meluas. Ia mengarahkan puluhan personilnya baik dari anggota brimob serta melibatkan aparat TNI. Dua unit damkar dari Dinas Kebakaran serta satu unit water canon institusinya diterjunkan ke sana mencegah perluasan kebakaran. “Kondisi api sudah bisa dipadamkan. Tetapi masih potensi terjadi kebakaran karena angin kencang. Sekarang kami istirahat dan berjaga-jaga,” ucapnya menyapu keringat.

Biang kerok kebakaran diduga pemilik kebun sekitar lokasi yang ingin membersihkan kebun hasil rambahannya.dari kebakaran tersebut salah satu perambah yang sengaja membakar lahan tersebut sudah di tangkap dan sekarang masih dalam penyidikan lebih lanjut di kantor Polsek Lasusua dan masih banyak perambah – perambah yang lain sekarang para perambah itu  dikatakan masih sementara melakukan penyelidikan terhadap oknum-oknum nakal yang sering menyulut api kemurkaan aparat tersebut. “Sekarang musimnya angin kencang hingga sedikit api saja sudah cepat menghanguskan lahan luas,” ucapnya.

Ia menghimbau masyarakat tanpa terkecuali jangan main-main dengan api saat situasi sekarang ini karena sangat rawan memicu kebakaran rumah, tokoh dan semacamnya hingga hutan lindung dengan cepat dan sulit dikendalikan. Sebagaimana diketahui, Totallang merupakan langganan kebakaran hutan. Penyebabnya warga membuka lahan di sana dengan cara membakar hasil babatan.

Related Posts