Ibu Rumah Tangga, Terlibat Penganiayaan

  Tribratanewspolreskolut.com – Kasus pengamiyayaan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Kodeoha. Kali ini dugaan perebutan suami orang sehingga seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) terlibat perkelahian fisik di jalan dengan seorang perempuan hingga berujung di kantor polisi. 

Kapolsek Kodeoha, Ipda Haeruddin kepada Tribratanewspolreskolut.com, Rabu (14/2) menjelaskan kejadian tersebut berlangsung pukul 16.30 wita dimana HW (48), warga Desa Meeto Kecamatan kodeoha sedang mencari seorang yang akan direkrut menjadi anggota kelompok tani jagung Gempita. Setelah bertemu di sebuah gudang pakaian ternyata masih ada seorang lagi anggota kelompok yang tidak hadir hingga keluar mencarinya.  

Di sela pencarian tepatnya di Dusun II Desa Meeto, HW selaku korban bertemu dengan perempuan berinisial MM (pelaku) di jalan. HW risih lantaran di saat berpapasan, MM terus tertawa melihat dirinya dan mempertanyakannya. “ kenapa terus tertawa. Bagusmi ko ada disini. Kenapa ko kata-katai ko bilang tidak ada malumu rebut suami orang, terus kokataika lagi dasar pelacur,” ujar HW menuturkannya ke aparat. 

Mendengar itu MM langsung berdiri dan menantang mempertanyakan apa kemauannya saat itu. HW kemudian mengaku mengetahui keburukan MM yang ia khiaskan dengan sebutan permainan kartu. MM naik pitam lalu mendorong HW hingga terjatuh di jalan dan saling jambak dan menunggangi satu sama lain yang berujung pada perkelahian. “Terlapor (MM) menginjak-injak HW sebanyak dua kali yang mengakibatkan paha kanan dan tangan sebelah kiri memar. Ia melapor karena merasa keberatan,” tutur kapolsek. 

Meski demikian lanjut dia, kasus tersebut murni penganiyayaan biasa dan bukan akibat kasus perselingkuhan hanya lantaran dalam percakapannya ada tuduhan yang dilontarkan merebut suami orang lain. “Murni penganiyayaan dan MM masih muda kurang ingat usianya. Ya sesama perempuan, Korban disebut telah merebut suami orang. Pelaku sudah diamankan dan ditahap dua-kan. MM terancam pasal 351 KUHP,” pungkasnya.

 

Related Posts