Kapolsek Pakue Beserta Anggota, Pengamanan Gugatan Lahan Pasar Pundoho Oleh Saudara Penghibah

    Tribratanewspolreskolut.com – Rencana pembangunan pasar rakyat di Desa Pundoho Kecamatan Pakue Utara segera direalisasikan. Hanya saja, lahan hibah yang akan menjadi tempat berdirinya sentral jual beli itu kepemilikannya diklaim warga setempat.

Lahan yang membentang kurang lebih satu hektar (ha) itu dihibahkan warga setempat bernama H. Idris kepada pemda berikut bukti sertifikatnya. Namun, ketika pembangunannya akan dimulai, saudara kandung H. Idris yakni Wahyuddin memagari separuh lahan dengan kawat dan mengaku milik pribadinya.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Perindag Kolut, Muh Idris saat dikonfirmasi Tribratanewspolreskolut.com, Selasa (22/5) membenarkan polemik tersebut. Setahu ia lahan itu mulik H. Idris sebagaimana bukti sertifikat yang diperlihatkan dan telah diajukan ke pusat guna menggelontorkan anggaran pembangunan.

Karena sudah deal, pihaknya bersama Camat Pakue Utara, Rahman, Kapolsek Pakue Iptu Saenal Alimin, Kades Pundoho, Rasling, Kades Lawata, Arkan serta pihak kontraktor pelaksana proyek bernama Ahyar mulai meninjau lokasi. Namun sayang, tiba ditempat ternyata separuh lahan sudah dipagari Wahyuddin yang menggugat juga itu tanahnya. “Sudah mau dibagun, saya bingung juga dan akan saya sampaikan ke bupati,” ujarnya.

Sang kadis kepada Wahyuddin juga memberikan saran untuk melanjutkan gugatannya termasuk ke pengadilan dengan catatan tidak menghalangi pembangunan juga ditolak. Penggugat pun sempat bersitegang dengan pihak kontraktor yang sudah kebelet waktu memulai pengerjaannya. “Tidak mau berpengadilan dan dia mau sumpah pocong kalau itu tanahnya namun saya katakan itu tidak ada dasar hukumnya,” bebernya.

Meski tidak ada kesepakatan dan sempat terjadi ketegangan namun situasi lapangan tetap terpantau kondusif. Kapolsek Pakue Iptu Saenal Alimin mengikutkan beberapa orang anggotanya guna mengamankan lokasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Polemik tersebut untuk sementara masih dibicarakan lebih lanjut jalan keluarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Muh Idris mengutarakan 2018 ini terdapat lima titik pembangunan pasar dari proyek APBN antara lain Pasar Pundoho dengan anggaran kurang lebih Rp. 3 M, Pasar Lalume, Kondara, Saludongka dan Wawo dengan nilai rupiah lebih tipis dengan rata-rata Rp. 763 juta.

Related Posts