Kabag Sumda Pimpin Sidang BP4 Pernikahan Anggota Polres Kolaka Utara

    Tribratanewspolreskolut.com – Sebelum melangsungkan pernikahan, dua anggota Polres Kolaka Utara beserta pasangannya melaksanakan Sidang BP4R (Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk) bertempat di Pendopo Bhabyangkara Polres Kolaka Utara, Sabtu (23/6) pukul 09.30  Wita oleh Kabag Sumda Polres Kolaka Utara Kompol Slamet.

Kegiatan dihadiri oleh Empat calon mempelai dan Keempat orang tua keluarga ketiga calon mempelai dan personel Polres Kolaka Utara serta Bhayangkari. Dalam Sidang tersebut Kabag Sumda memeriksa persyaratan anggota yang akan melaksanakan nikah dinas. Adapun personil yang melakukan sidang Bripka Imran, Brigadir Rahman, Bripda Mansur dan Bripda Dedi Daris.

Kabag sumda Kompol Kompol Slamet menekankan kepada anggota dan pasangan sidang nikah agar mempersiapkan diri untuk menuju ke rumah tangga sakinah mawaddah warrahmah dan memberikan arahan serta petunjuk kepada kedua calon mempelai agar mengerti tugas dan peran jika sudah berumah tangga nantinya.

Sidang BP4R adalah sidang untuk pemberian izin nikah pada anggota Polres Kolaka Utara yang akan melaksanakan pernikahan. Sidang nikah ini wajib dilaksanakan bagi seluruh personil polri beserta calon pasanganya yang akan melangsungkan pernikahan karena merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk melangsungkan pernikahan. Hal ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan anggota dan pasangan wanitanya untuk melakukan pernikahan dengan anggota polri mengingat tugas dan tanggung jawab polri yang sangat berat.

Disamping itu Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Kolaka Utara Ny Ida Bambang, juga memberikan arahan kepada pasangan tersebut tentang tata cara menjadi pendamping anggota Polri agar tetap memilik nilai Etika, baik dalam menyampaikan Informasi, Sapa Salam, serta Bergaul di Organisasi Bhayangkari Polri dan Ketua Bhayangkari dan juga menegaskan agar para calon Bhayangkari nantinya tidak ikut campur masalah Dinas suami, dimana ia bertugas, “katanya

Setelah nantinya resmi menikah harus mempunyai kartu penunjukan istri (KPI), dan apabila ke depan ada permasalahan keluarga harap diselesaikan dengan baik jangan sampai ada timbul kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sehubungan dengan hal tersebut sangat diperlukan pengertian calon istri agar bisa mendukung pelaksanakan tugas sehari hari yaitu tugas polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Apabila nantinya sudah menikah secara sah, ibu dapat menyesuaikan dengan mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Organisasi maupun dinas yang memerlukan kehadiran ibu-ibu Bhayangkari. “Tolong jaga nama baik keluarga, dan Bhayangkari, serta dalam kegiatan nantinya akan memakai pakaian seragam khusus (PSK) dan pakaian seragam umum (PSU) silahkan menyesuaikan, intinya jadilah keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah,” pesannya.

Related Posts