Polri Dan TNI Di Kolaka Utara, Perketat Pengamanan Gereja

    Tribratanewspolreskolut.com – Personel Gabungan TNI dari Koramil 1412-02 Lasusua, Personel Polri dari Polres Kolaka Utara dan Polsek Ranteangin melaksanakan penjagaan dan pengamanan di sejumlah Gereja yang tersebar di wilayah Kabupaten Kolaka Utara, Minggu (23/06/2018).  Pengamanan ini digelar secara ekstra guna mengantisipasi dan memberikan rasa aman kepada jemaat yang melaksanakan kebaktian dan misa sepekan pasca ledakan bom di tiga gereja di Surabaya.

Seperti di Gereja Oikumene Watutoru Desa walasiho Kecamatan Wawo, Kolaka Utara, yang melaksanakan Ibadah Kebaktian Rutin Minggu Pagi, dipimpin Pendeta Nya DORKAS MATTU .Sth dan diikuti sekitar 60 Jema’at GBI, tak luput dari pengamanan TNI – Polri.

Di Gereja Oikumene Watutoru Desa walasiho Kecamatan Wawo, Kolaka Utara, yang melaksanakan Kebaktian Anak – Anak yang diikuti sekitar 60 Jema’at juga mendapat pengamanan dari Koramil 1412-02 Lasusua dan Polsek Ranteangin termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas.

Masih di wilayah Kolaka Utara, pengamanan ekstra ketat pun berlangsung di seluruh gereja yang melaksanakan kebaktian rutin minggu baik pagi maupun malam, seperti rumah – rumah Ibadah yang ada di Kabupaten Kolaka Utara.

Sementara di wilayah Kabupaten Kolaka Utara, pengamanan kebaktian juga dilakukan di sejumlah rumah ibadah yang tersebar di wilayah Kolaka Utara dan wilayah kecamatan lainnya.  Petugas tak ingin kecolongan, semua prosedur diberlakukan dengan memeriksa ruang gereja dan lain-lain.

Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang Satriawan,SH,SIK.MH melalui Kabag Ops Polres Kolaka Utara AKP Irwan Tahir, SE, MSi mengatakan, sejumlah personel Polri dan TNI dari Koramil 1412-02 Lasusua dan Polsek jajaran diterjunkan untuk membackup Kepolisian dalam pengamanan gereja dan rumah ibadah di wilayah Kabupaten dan Kecamatan.  Selain personel TNI – Polri, pengamanan gereja dan rumah ibadah ini melibatkan elemen masyarakat lainnya, ungkapnya.

Pengamanan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi serta memberikan ketenangan, rasa aman dan nyaman bagi jema’at yang melaksanakan ibadat. “Diharapkan dengan hadirnya aparat keamanan di sekitar gereja dan Rumah Ibadah, membuat jemaat merasa lebih aman sehingga dalam beribadat lebih khidmat”, tandasnya.

Melalui pengamanan bersama ini akan semakin mensinergikan antar aparat keamanan dengan pengamanan swakarsa serta memperkokoh komunikasi sosial dengan komponen masyarakat lainnya termasuk pihak gereja, pungkasnya.

Related Posts