Kantongi Sabu Pak Haji di Diringkus Sat Narkoba Polres Kolut

    Tribratanewspolreskolut.com – Jajaran Polisi Resort (Polres) Kolaka Utara (Kolut) terus melakukan pengembangan kasus JF alias P (36) warga Desa Sorona Kecamatan Watunohu dan rekannya AW alias R (30) warga Kelurahan lapai Kecamatan Ngapa usai digerebek pesta sabu di Desa Sorona Kecamatan Watunohu (8/10). Aparat kembali meringkus seorang inisial H. I alias I bin H. HA beralamat Desa Kaluku-luku Kecamatan Kodeoha pukul 21.00 wita, Selasa (9/10).

Kasat Resnarkoba Iptu Sumantri,SH melelui Kasubag Humas Polres Kolut, Ipda Yospin kepada Tribratanewspolreskolut.com, Rabu (10/10) menjelaskan penangkapan tersebut bermula dari pengakuan JF jika sabu seberat 2,7 gram yang ditemukan darinya milik H. I. yang dititip kepadanya. Cuitan JF yang enggan dilabeli pemilik barang haram itu direspon aparat dan memburu H. I. “ H. I diringkus di depan SPBU Lapai Kecamatan Ngapa saat berkendara. Setelah digeledah ada satu sachet sabu di kantong celananya,” beber Yospin.

Tidak hanya itu, dalam tas selempang H. I masih ada lima sachet bening kosong beserta pipet plastik putih yang sudah dirangkai dengan aluminium poin/sumbu. Ia langsung digelandang ke sel tahanan Polres Kolut dan menyita selular pelaku bermerek Oppo. Terkait pengakuan JF yang menyebutkan sabu 2, 7 gram itu juga milik H. I enggan diakui. “Saling lempar (bantah, red). H. I hanya mengalui sabu yang dibawanya dan 2,7 gram itu milik J sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, JF dan H.I saling mengenal satu sama lain. Barang haram berupa 12 sachet dari JF dan A yang digerebek sebelumnya beserta yang dikantongi H. I dipasok dari Sulsel. Aparat masih melakukan pengembangan kasus tersebut dan belum memastikan status ketiganya apakah selaku bandar atau pengedar plus pemakai. “Ketiganya akan dites urin karena dua pelaku sebelumnya diringkus sedang pesta dan H.I juga ada sisa pemakaian,” tuturnya.

Meski demikian terlepas dari ketiganya bandar atau pengedar, setidaknya mengidentifikasikan jika mereka punya pelanggan yang akan gelisah karena peredaran  narkotikanya terjaring aparat. H. I saat ini terancam Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) dan Atau Pasal 127 Huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika Jo Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHP.

Adapun J alias P sebelumnya diancam Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1)  atau 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI NO. 35 Tahun 2009. Sedangkan A alias R terancam Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No 35 th 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 KUHP.

Related Posts