Warga Mekoasi Kolaka Utara Meninggal di Tangan Kakak Ipar

     Tribratanewspolreskolut.com – Lel Ahmad (35), warga Desa Mikuasi, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara (kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) meregang nyawa di tangan kakak iparnya sendiri, AK (47). Peristiwa ini terjadi di kediaman korban pada Selasa (16/10/2018) sekitar pukul 19.30 Wita.

Kasubag Humas Polres Kolut Ipda Yospin saat di konfirmasi oleh media Tribratanwespolreskolut.com mengatakan, pemicu pemarangan yang dilakukan AK belum diketahui.

Berdasarkan keterangan sementara Sudirman, salah satu kerabat korban yang berada di rumah tersebut, saat ia tengah menonton televisi, tiba-tiba AK memasuki rumah korban dan meminta Sudirman mengambilkan tuak untuknya.

Namun Sudirman menjawab tidak bisa karena banyak pekerjaan. Usai berbicara dengan Sudirman, lanjut Yospin, AK langsung memasuki kamar korban sambil membawa sebilah parang dengan sarung yang melekat di pinggang AK.

“Tidak lama kemudian Sudirman mendengar suara ribut dari dalam kamar dan kemudian lari masuk ke dalam kamar. Ia melihat AK tengah memegang parang yang sudah dalam keadaan terhunus dan saat itu Sudirman melihat tersangka habis memarangi korban,” bebernya.

Akibat pemarangan itu, korban mengalami luka robek pada bagian punggung sebelah kiri, telinga dan kepala bagian belakang. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pakue, namun karena mengalami luka yang cukup parah sehingga korban langsung dirujuk ke RS Djafar Harun Lasusua. Korban dinyatakan meninggal dunia pukul 23.30 Wita. Saat ini jenazahnya sudah dipulangkan ke pihak keluarga.

Kapolsek Pakue Iptu Sainal Alimin,SE mengungkapkan, setelah kejadian itu pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mako Polsek Pakue, namun saat ini motif kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.

Related Posts