Polres Kolaka Utara Gelar Latihan Rutin Dalmas, Berbagai Sistem Pengamanan Dipersiapkan

Tribratanewspolreskolut.com – Puluhan personil Polres Kolaka Utara melaksanakan latihan rutin pengendalian massa (dalmas) guna peningkatan kemampuan pengamanan dan tekhnik pengendalian massa di Halaman belakang Mapolres Kolaka Utara, Rabu (09/10/2019) pagi.

Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di halaman Belakang Mapolres Kolaka Utara, dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kolaka Utara AKP Aswar Anas,S.Sos di dampingin oleh KAsat Sabhara Polres Kolaka Utara AKP Irbar serta Kbo Sabhara Ipda Hadi Susanto,.

“Latihan Dalmas bertujuan agar personil lebih siap dalam mengahadapi berbagai eskalasi unjuk rasa, baik itu pada situasi aman maupun anarkis,” ujar Kapolres Kolaka Utara AKBP Susilo Setiawan, S.Ik melalui Kabag Ops Polres Kolaka Utara AKP Aswar Anas,S.Sos.

Ia menyebutkan rangkaian latihan sudah digelar secara intensif. Berbagai sistem pengamanan massa, dari tingkatan yang paling ringan hingga kemungkinan terjadinya aksi anarkis dan kekerasan, sudah harus bisa diantisipasi.

Sementara itu, Kasat Sabhara AKP Irbar mengatakan ada sekitar 40 personel gabungan dari Sat Bag,Sei dan Jajaran Polsek yang dilibatkan dalam memperagakan beberapa pelatihan kesigapan, seperti latihan di tempat maupun latihan formasi.

“Pelatihan pengendalian massa dimulai dari latihan dalmas awal yaitu tanpa menggunakan peralatan, sampai penggunaan peralatan dari helm, tongkat, serta tameng,” ujarnya

Pelatihan tersebut bertujuan melatih fisik anggota serta kesiapan anggota pada saat menghadapi unjuk rasa yang sebenarnya di lapangan mengingat dalam waktu dekat akan dilaksanakan Pelantikan anggota DPRD Kabupatejn Kolaka Utara.

“Dalmas dalam pelaksanaan tugas di lapangan bergerak dalam ikatan peleton dan kompi, bergantung dari jumlah massa dan tingkat anarkis dan bahaya yang ditimbulkan,” tambahnya

Dalam mengendalikan massa, AKP Irbar mengatakan terdapat beberapa tahapan yang dilalui, mulai dari tindakan preventif dengan menurunkan tim negosiator, hingga menggunakan peralatan pemecah massa seperti gas air mata atau water canon.

“Standard Operational Procedure (SOP)-nya mengacu pada Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian,” pungkasnya.

Related Posts