Kapolsek Pakue Berikan Binluh Kepada Siswa SMPN 2 Pakue, Tentang Bahaya Peredaran Narkoba dan Medsos

Tribratanewspolreskolut.com – Prihatin dengan adanya peredaran penyalahgunaan Narkoba yang saat ini sangat meresahkan warga masyarakat, Kapolsek Pakue Ipda Ansyar memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada siswa SMPN 2 Pakue pada hari Minggu (10/11/2019).

Pelaksanaan binluh diadakan di SMPN 2 Pakue dalam acara pelatihan LDKS (latihan dasar kepemimpinan siswa) diisi materi oleh Kapolsek Pakue Ipda Ansyar dan yang diikuti sebanyak 120 siswa.

Kapolsek Pakue Ipda Ansyar menjelaskan bahwa program pemberian binluh kepada para siswa sekolah tingkat SMPN 2 Pakue merupakan program Polri yang telah berjalan pada tahun sebelumnya, dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka Utara untuk memberikan penyuluhan kepada siswa yaitu Pembinaan dan penyuluhan Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Narkoba.

“Ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Pendidkan yang telah berjalan pada tahun sebelumnya”, ucap Kapolsek Pakue.

Dengan adanya penyuluah ini, diharapkan agar para siswa paham mengenai bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) bagi generasi muda. Selain itu juga disampaikan oleh kapolsek bahwa mengonsumsi narkoba selain dikenai sanski hukum juga dapat menjadikan hilangnya masa depan generasi muda, sehingga perlu ada komitmen dari para pelajar, selaku generasi muda untuk bersama-sama menjauhi narkoba.

“Narkoba sangat berbahaya karena bisa merusak masa depan generasi muda, oleh karenanya mari mewaspadai penggunaan dan peredaran narkoba di lingkungan pelajar,” ucap Kapolsek Pakue.

Lanjut Kapolsek juga menyampaiakn kepada siswa, saat ini di media sosial banyak beredar berita bohong atau hoax. Banyak juga tulisan maupun gambar yang bersifat provokasi, isu SARA serta adu domba yang dapat memecah belah persatuan. Hendaknya siswa bisa menyaring informasi tersebut.

“Fungsi utama media sosial adalah untuk berkomunikasi dengan sesama. Jangan sampai media sosial digunakan untuk menimbulkan permusuhan maupun turut menyebarkan informasi yang belum diketahui pasti kebenarannya,” pesan Kapolsek kepada siswa.

Kapolsek Karangreja Ipda Ansyar mengatakan adanya kegiatan pembinaan siswa dimanfaatkan untuk memberikan materi tentang bijak menggunakan media sosial. Siswa kita ajak untuk menggunakan media sosial sesuai porsinya dan tidak ikut menyebar berita hoax.

“Pembinaan terhadap siswa akan kita lakukan secara berlanjut dengan sasaran sejumlah sekolah yang berbeda. Hal ini untuk emaksimalkan sosialisasi bijak bermedia sosial dan menangkal hoax,” kata kapolsek.

Kepala SMP Neger 2 Pakue, menjelaskan bahwa secara umum siswanya dilarang membawa telepon genggam di sekolah. Namun pada jaman sekarang tidak menutup kemungkinan mereka menggunakan media sosial yang ada di telepon genggam, saat di luar sekolah.

“Pembinaan dan penyuluhan dari Kapolsek Pakue tentang bijak bermedia sosial sangat tepat disampaikan kepada siswa. Harapannya siswa di sekolahnya tidak ada yang menyalahgunakan media sosial untuk hal negatif,” kata kepala sekolah.

Related Posts